Minggu, 07 Juni 2015

Perekonomian Singapura 2

BAB 7

KEBIJAKAN PEMERINTAH SINGAPURA

Sejarah


Otoritas Moneter Singapura didirikan pada tahun 1971 untuk mengawasi fungsi-fungsi keuangan terkait dengan perbankan dan keuangan. Sebelum pembentukan, fungsi keuangan dilakukan oleh Departemen pemerintah dan agen.

Sebagai negara berkembang Singapura, klaim dari perbankan semakin kompleks dan lingkungan keuangan mengharuskan perampingan fungsi untuk memudahkan pengembangan kebijakan yang lebih dinamis dan koheren tentang hal-hal keuangan. Oleh karena itu pada tahun 1970, Parlemen Singapura melewati hukum Otoritas Moneter Singapura yang mengarah pada pembentukan MAS pada 1 Januari 1971.

Tanggungjawab


Pada April 1977, Pemerintah memutuskan untuk membawa keseimbangan industri asuransi di bawah sayap MAS dan pada September 1984 fungsi regulasi bawah Securities Industry Act (1973) juga dipindahkan ke MAS. Ini berarti bahwa tidak seperti banyak bank sentral yang lain, MAS juga pihak kuasa keuangan untuk Singapura.

MAS telah diberikan kuasa untuk bertindak sebagai bankir dan agen keuangan Pemerintah. Ini juga telah dipercayakan untuk memperkenalkan stabilitas keuangan, dan kredit dan kebijakan perubahan kondusif untuk pertumbuhan ekonomi.

Alat


Namun, tidak seperti banyak bank sentral yang lain seperti Federa di Amerika Serikat atau Bank of England di Britania Raya, MAS tidak mengatur sistem keuangan melalui suku bunga untuk mempengaruhi likuiditas dalam sistem. Sebaliknya, MAS memilih untuk melakukannya melalui mekanisme pertukaran asing. MAS melakukannya dengan intervensi di pasar Dolar Singapura.

Penerbitan uang kertas dan uang logam


Setelah penggabungan dengan Dewan Komisaris Uang pada tanggal 1 Oktober 2002, MAS diasumsikan fungsi penerbitan mata uang.

MAS memiliki hak eksklusif untuk mengeluarkan uang kertas dan uang logam di Republik Singapura. Dimensi, desain dan denominasi mereka ditentukan oleh Komite Kebijakan Keuangan dengan persetujuan Pemerintah. Uang kertas dan uang logam sehingga diterbitkan memiliki status legal tender di dalam negeri untuk semua transaksi, baik negeri maupun swasta, tidak terbatas.


BAB 8

MASALAH MASALAH POKOK PERKONOMIAN SINGAPURA

Rekayasa sosial dan ekonomi bukan barang baru di Singapura, di mana pemerintah bertangan besi membantu mengubah pulau kecil tanpa sumberdaya alam menjadi salah satu negara terkaya di dunia dalam tempo kurang dari satu generasi. Namun penurunan angka kelahiran yang terus berlangsung memperlihatkan batas pengaruh pemerintah di negara yang disebut “nanny state” (negara pengasuh).
Bagi pusat perdagangan dan keuangan global seperti Singapura, angka kesuburan yang sangat rendah memiliki implikasi bagi pertumbuhan ekonomi, pendapatan pajak, biaya kesehatan dan kebijakan imigrasi, seiring jumlah penduduk lanjut usia diperkirakan meningkat tiga kali lipat pada 2030.
Saat ini ada 6,3 orang usia bekerja untuk setiap penduduk usia lanjut. Pada 2030, rasio tersebut diperkirakan akan mendekati 2:1. Pada tingkat sekarang ini, angka kelahiran menunjukkan bahwa penduduk lokal akan berkurang setengahnya dalam satu generasi, ujar Sanjeev Sanyal, ahli strategi global dari Deutsche Bank yang berbasis di Singapura.

“Bahkan untuk menarik bakat asing dengan kualitas bagus diperlukan keberlangsungan sosial politik dan stabilitas yang hanya dapat disediakan oleh penduduk lokal yang kuat.
Keseimbangan Kerja/Hidup
“Keseimbangan kerja/hidup adalah apa yang dikejar semua orang,” ujar Evonne, profesional di bidang pemasaran yang berumur 30an. Ia menambahkan bahwa ia dan suaminya berencana untuk memiliki satu anak. “Jika Anda tidak ingin memiliki anak, apapun yang dikatakan pemerintah, saya kira Anda tidak akan begitu peduli.” Kemarahan atas imigrasi secara luas diyakini telah berkontribusi pada kekalahan mengejutkan dari Partai Aksi Rakyat pada pemilihan parlemen tahun lalu.
Singapura Akan “Gulung Tikar”
Pemerintah mengatakan mereka menyadari kekhawatiran akan lapangan pekerjaan, standar hidup dan kohesi sosial, dan telah memberlakukan pengawasan ketat terhadap jumlah orang asing yang boleh masuk, terutama pekerja tidak terampil dan berupah rendah.
Pada Juli, pemerintah menerbitkan makalah untuk masukan publik mengenai cara mendorong warga Singapura untuk menikah dan berkeluarga sebagai bagian dari evaluasi kebijakan kependudukan dan imigrasinya.

Makalah berjudul “Populasi Kita Masa Depan Kita” menunjukkan skenario muram mengenai masyarakat yang menua jika kecenderungan kelahiran terus berlangsung, termasuk ekonomi yang kurang dinamis, eksodus perusahaan besar dan berkurangnya jumlah pekerja dan konsumen.

Untuk mendorong orang berkeluarga, pemerintah memberikan bonus sampai S$4.000 (US$3.200) untuk masing-masing anak pertama dan kedua, dan S$6.000 untuk anak ketiga dan anak keempat. Jumlah tersebut juga ditambahkan pada Akun Perkembangan Anak.
Jaringan Perkembangan Sosial, bagian dari lembaga pemerintah, menawarkan nasihat asmara gratis oleh “Dr. Cinta” dan mengawasi aktivitas agen perjodohan swasta. Untuk membalikkan tren, Lee mengatakan pada pidatonya Minggu, diperlukan perubahan perilaku sosial dan tempat kerja, serta dukungan lebih bagi keluarga dalam bentuk perumahan dan penitipan anak yang murah dan mudah.
Jika perempuan memiliki paling tidak dua anak, itu berarti kenaikan jumlah penduduk. Namun dengan tingkat kesuburan hanya 0,78, menurut CIA, jumlah penduduk Singapura akan menurun.

Pemerintah Singapura memiliki data yang berbeda yang menunjukkan bahwa rata-rata perempuan memiliki 1,2 bayi dalam hidupnya, turun dari 1,87 pada 1990 dan 1,42 pada 2001 dan jauh di bawah angka pergantian penduduk.
Lee Kuan Yew, bapak pendiri bangsa dan ayah perdana menteri saat ini, mengingatkan pada Agustus bahwa Singapura akan “gulung tikar” jika tidak dapat mengatasi persoalan kelahiran.
“Apakah kita mau menggantikan diri kita atau memilih menyusut dan menua serta digantikan oleh kaum migran dan pemegang ijin kerja?” ujar Lee, yang meluncurkan kampanye “Stop pada dua anak”pada 1966.

Beberapa pihak berharap pada ledakan kelahiran yang berkaitan dengan shio. Angka kelahiran meningkat pada tahun-tahun Naga sebelumnya yaitu 1976, 1988 dan 2000, namun itu hanyalah kenaikan minor di antara penurunan angka kelahiran yang stabil dari 3,07 pada 1970.

Pemerintah menjanjikan langkah-langkah baru untuk mendorong kelahiran dan membantu keluarga. Namun kecuali tekanan karir dan biaya berubah secara dramatis, dampaknya akan kecil.
“Dapatkan warga Singapura dibujuk untuk memiliki lebih banyak anak?” merupakan pertanyaan pada survei dalam satu diskusi panel mengenai angka kelahiran di televisi baru-baru ini. Jajak pendapat lewat telepon yang diadakan oleh Channel News Asia tersebut mungkin tidak sepenuhnya ilmiah, namun jawabannya jelas – 74 persen responden mengatakan “tidak.” (Reuters/John O'Callaghan)


BAB 9

INVESTASI DAN PENANAMAN MODAL SINGAPURA

investasi asing dan penanaman modal singapura

investasi asing di kombinasikan dengan investasi perusahaan milik pemerintah ( GLCs) mendukung perekonomian singapura yang terbuka dan sangat bergantung pada perdagangan. tanpa adanya pembatasan dalam jasa keuangan, layanan profesional, dan sektor media. singapura mempertahankan dominasi rezim investasi terbuka. laporan bank donia tentang "doing business 2014" menempakan singapura sebagai negara yang paling mudah dan sukses dalam melaksanakan bisnis. wacana "The Global Competitivense Report 2013-2014" oleh world economics forum pun menyematkan singapura sebagai negara kedua yang paling kompetitive dalam perekonomian global. perjanjian perdagangan bebas (FTA) AS-Singapura, yang mulai berlaku 1 januari 2004 turut memperluas akses pasar barang, jasa, dan investasi, meningkatakan kekayaan perlindungan intelektual, dan menyediakan kerjasama dalam mempromosikan hak hak buruh dan lingkungan.

Pemerintah singapura (GOS) sangat berkomitmen dalam mempertahankan pasa bebas dan juga memimpin perencanaan pembangunan ekonomi singapura. pemerintah secara aktif menggunakan sektor publik baik sebagai investor maupun sebagai katalis untuk membangun The Economic Development Board (EDB) badan promosi investasi singapura, berfokus untuk mengamankan investasi terutama dibidang manufaktur yang bernilai tambah tinggi dan kegiatan jasa sebagai bagian dari stretegi untuk menggantikan kegiatan padat karya bernilai tambah rendah.

singapura agresif mengejar investasi asing sebagai pilar lain dari ekonomi mereka secara keseluruhan, strategi ini memungkinkan negara untuk berkembang menjadi dasar perusahaan multinasional (MNC) dewan pengembangan ekonomi (EDB). badan promosi investasi singapura fokus untuk mengamankan investasi besar di baggian manufaktur dan kegiatan jasa sebagai nilai tambah investasi negara.

1. keterbukaan, dan pembatasan investasi asing

kerangka hukum singapura dan kebijakan publik umumnya menguntungkan pihak investor asing, karna investor asing tidak di haruskan untuk masuk kedalam usaha patungan atau menyerahkan control manajement untuk kepentingan lokal, dan investor lokal dan asing tunduk pada dasar hukum yang sama selain dari persyaratan peraturan di beberapa sektor, proposal investasi layar pemerintah hanya untuk menentukan pelayanan berbagai lezim insentif singapura tidak memberikan pembatasan pada investasi ulang atau repatiasi pendapatan atau modal sistem peradilan menjunjung tinggi kredibilitas kontrak, dan keputusan secara efektif di berlakukan.

2. konvensi dan kebijakan transfer

FTA berkomitmen kesingapura untuk transfer yang bebas dari modal dan juga bebas dari pembatasan peraturan. singapura tidak melakukan pembatasan pada investasi ulang atau repatiasi laba dan modal, dan mempertahankan suatu pembatasan yang signifikan pada pengiriman uang transaksi valuta asing dan pergerakan modal.

3. pengembalian dan kompensasi

FTA berisi ketentuan perlindungan investor yang berkaitan dengan pengambilalihan karena proses ketentuan harus berada pada tempat dan nilai pasar yang adil dalam tiap kompensasi untuk segala jenis investasi yang di ambil alih.

 

 
 


















Referensi :







Tidak ada komentar:

Posting Komentar